Kuingat kata-kata mutiara yang menusuk dalam batin.
“Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain”
Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya.
Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya yang telah kita perbuat.
Semakin banyak yang dipikirkan.
Semakin banyak yang dibutuhkan.
Berarti semakin menumpuk pula resikonya.
Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.
Meskipun duduk dalam mobil mewah dan cukup makanan.
Apalagi ulahnya orang pemalas.
Yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.
Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja.
Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik.
Sesuai dengan apa yang dikatakannya.
Jangan lain di kata lain di perbuatan.
Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama sekali.
Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan.
Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.Ingatlah akan Tuhan yang telah menciptakan dirimu.
Tidak ada satu hal pun yang mustahil bila Tuhan berkenan.
Segala masalah pasti ada penyelesaiannya; tergantung bagaimana kita menyelesaikannya,
apakah membiarkan atau menghadapinya.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi
percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
Ketika kita lahir, kita menangis dan dunia bergembira. Jalanilah hidup kita dengan cara
sedemikian rupa, supaya ketika kita meninggal, dunia akan menangis dan kita bergembira.
Ilmu pengetahuan pada masa muda akan membuat orang menjadi bijaksana pada hari tua.